Pelatihan Footwork Bulutangkis 4 Repetisi 5 Set Lebih Baik Dibandingkan Bermain Bulutangkis Untuk Meningkatkan Daya Ledak Otot Tungkai

  • I Putu Astrawan Program Studi Fisioterapi, Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan, Universitas Bali Internasional
  • I Putu Prisa Jaya Program Studi Fisioterapi, Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan, Universitas Bali Internasional

Abstract

Latar Belakang: Pembelajaran pola gerak dasar bulutangkis lebih diarahkan pada cara melakukan gerakan melangkahkan kaki atau footwork. Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan pengaruh pelatihan footwork bulutangkis terhadap peningkatan daya ledak otot tungkai Metode: Jenis penelitian experimental dengan rancangan the randomized pretest posttest control group design. Jenis penelitian experimental dengan rancangan the randomized pretest posttest control group design. Sampel penelitian adalah mahasiswa putra Unit Kegiatan Mahasiswa Bulutangkis Institut Ilmu Kesehatan Medika Persada Bali berjumlah 30 orang dibagi 2 kelompok. Kelompok 1 diberikan pelatihan footwork 4 repetisi 5 set dan Kelompok 2 sebagai kelompok kontrol, dengan frekuensi latihan 3 kali seminggu selama 6 minggu. Daya ledak otot tungkai diukur dengan alat Jump DF. Hasil:  Uji normalitas data menggunakan Shapiro-Wilk Test dan uji homogenitas data dengan Levene Test. Hasil uji normalitas dan homogenitas data menunjukkan distribusi data normal dan homogen. Uji beda intra kelompok rerata daya ledak otot tungkai diuji dengan uji t-paired. Hasil uji beda dengan t-paired intra kelompok sebelum dan sesudah pelatihan, Kelompok 1 dan Kelompok 2 berbeda bermakna (p<0,05). Pada Kelompok 1, daya ledak otot tungkai (cm) rerata sebelum pelatihan 40,26 dan rerata sesudah pelatihan 64,46 dengan selisih 24,20 dan persentase peningkatan 60%. Sedangkan Pada Kelompok 2, daya ledak otot tungkai rerata sebelum pelatihan 41,80 dan rerata sesudah pelatihan 45,20 dengan selisih 3,40 dan persentase peningkatan 6%. Hasil peningkatan daya ledak otot tungkai antar kedua kelompok sebelum dan sesudah pelatihan diuji dengan t-independent, dengan nilai signifikansi α=0,05. Rerata daya ledak otot tungkai pada kedua kelompok sebelum pelatihan dengan nilai p=0,55 (p>0,05) dan sesudah pelatihan dengan nilai p=0,00 (p<0,05). Hal tersebut menunjukkan bahwa kelompok 1 dan kelompok 2 sama-sama memberi efek peningkatan (p<0,05). Simpulan: Daya ledak otot tungkai pada kelompok 1 dan kelompok 2 sama-sama mengalami peningkatan. Namun, kelompok pelatihan footwork 4 repetisi 5 set meningkat lebih baik dibandingkan bermain bulutangkis.

References

1. Doddy, G. T. MS. 2015. “Hubungan Indeks Masa Tubuh Dengan Kesegaran Jasmani Pada Anak Usia 13-15 Tahun di SMP N 3 Singaraja”. Jurnal PENJAKORA, ISSN 2356-3397 Volume 2 Nomor 1 (Hal. 81-91).

2. Karyono, T. H. 2011. Pengaruh Metode Latihan dan Power Tungkai Terhadap Kelincahan. (Studi Eksperimen). Yogyakarta: Universitas Negeri Yogyakarta Fakultas Ilmu Keolahragaan.

3. Nala, N. 2011. Prinsip Pelatihan Fisik Olahraga. Denpasar: Universitas Udayana Press.

4. Yoniel, Y. S. 2013. Metode Pelatihan Distributed Practice Lebih Efektif Dari Pada Massed Practice Dalam Meningkatkan Kecepatan Smash Bulutangkis Pada Mahasiswa Semester VIII Universitas PGRI NTT. (Tesis). Denpasar: Universitas Udayana.

5. Ishak, M. 2011. “Kontribusi Daya Ledak Lengan, Kelentukan Pergelangan Tangan dan Kelincahan Kaki terhadap Pukulan Smash dalam Permainan Bulutangkis”. Competitor, Nomor 2 (Hal. 93-104).

6. Kanca, I N. 2010. Metode Penelitian Pengajaran Pendidikan Jasmani dan Olahraga. Singaraja: Universitas Pendidikan Ganesha Press.

7. Pocock, S. J. 2008. Clinical Trials A Practical Approach. New York: A Willey Medical Publication.

8. Furqon H. & Muchsin D. 2002. Plaiometrik Untuk Meningkatkan Power. Surakarta: Universitas Sebelas Maret Press.

9. Candiasa, I M. 2004. Statistik Multivariat Disertai Aplikasi dengan SPSS. Singaraja: Unit Penerbitan IKIP Negeri Singaraja.

10. Arikunto, S. 2004. Dasar-Dasar Evaluasi Pendidikan (Edisi Revisi). Jakarta: Bumi Aksara.

11. Syaifuddin. H. 2012. Anatomi Fisiologi Kurikulum Berbasis Kompetensi. Jakarta: Buku Kedokteran, EGC.

12. Sudarsono, N.C. 2006. Pengaruh Latihan Terhadap Kerja Otot Rangka. Jakarta: Departemen Ilmu Faal Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.

13. Hanafi, S. 2010. “Efektifitas Latihan Beban dan Latihan Pliometrik dalam Meningkatkan Kekuatan Otot Tungkai dan Kecepatan Reaksi”. ILARA, Volume I Nomor 2 (Hal. 1–9).

14. Setiyoko, P. 2013. Pengaruh Latihan Plyometrik Leg Press Training Terhadap Peningkatan Kekuatan Otot Tungkai dan Tinggi Lompatan Pada Pemain Bola Basket di SMP N 26 Surakarta. (Skripsi). Surakarta: Universitas Muhammadiyah Surakarta.

15. Ismaryati. 2008. “Peningkatan Kelincahan Atlet Melalui Penggunaan Metode Kombinasi Latihan Sirkuit Plyaiometrik dan Berat Badan”. PAEDAGOGIA, Jilid 11 Nomor 1 (Hal 74–89).

16. Poole, J. 2008. Belajar Bulu Tangkis. Bandung: Pionir Jaya.

17. Gunawan, E. 2013. Pengaruh Pelatihan Footwork Tenis Meja Terhadap Kecepatan Reaksi dan Kelincahan Pada Siswa Putra Kelas VII SMP Negeri 2 Denpasar Tahun Pelajaran 2013/2014. (Skripsi). Singaraja: Universitas Pendidikan Ganesha.

18. Dharma, I. G. U. 2016. Pengaruh Latihan Hurdle Hops Dengan Interval 1:6 dan 1:8 Terhadap Kekuatan Otot Tungkai Dan Daya Ledak Otot Tungkai. (Tesis). Surabaya: Universitas Negeri Surabaya.

19. Ruswan, A. 2009. Pengaruh Beberapa Macam Metode Latihan Terhadap Peningkatan Kekuatan Otot. (Studi Eksperimen). Bandung: UPI Press.

20. Hairy, J. 2009. Buku Materi Pokok Dasar-Dasar Kesehatan Olahraga. Jakarta: Depdikbud.

21. Chan, F. 2012. “Strength Training (Latihan Kekuatan)”. Jurnal Cerdas Sifa, Edisi Nomor 1. Mei – Agustus 2012 (Hal. 1-8).

22. Laksana, I M. K. 2015. Pelatihan Melompati Rintangan Setinggi 60 cm Lebih Baik Dibandingkan Rintangan Setinggi 30 cm Untuk Meningkatkan Ketepatan Jumping Smash Pemain Bulutangkis SMK Negeri 2 Kuripan Lombok Barat. (Tesis). Denpasar: Universitas Udayana.
Published
2019-12-31
How to Cite
ASTRAWAN, I Putu; JAYA, I Putu Prisa. Pelatihan Footwork Bulutangkis 4 Repetisi 5 Set Lebih Baik Dibandingkan Bermain Bulutangkis Untuk Meningkatkan Daya Ledak Otot Tungkai. Bali Health Journal, [S.l.], v. 3, n. 2-1, p. S18-S29, dec. 2019. ISSN 2599-1280. Available at: <http://ejournal.unbi.ac.id/index.php/BHJ/article/view/108>. Date accessed: 12 july 2020.