Pemberian Ultrasound Lebih Baik Daripada Infrared Terhadap Penurunan Nyeri Pada Kasus Nyeri Punggung Bawah Miogenik

  • Devi Sulistyawati K. Program Studi Fisioterapi, Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan, Universitas Bali Internasional
  • I Nyoman Agus Pradnya Wiguna Program Studi Fisioterapi, Universitas Udayana
  • I Putu Kharismawan Aritama Program Studi Fisioterapi, Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan, Universitas Bali Internasional

Abstract

Latar belakang: Nyeri punggung bawah (NPB) miogenik merupakan permasalahan umum yang terjadi oleh karena stress pada otot punggung bawah. Penanganan fisioterapi dibutuhkan pada kasus NPB miogenik meliputi pemberian modalitas. Tujuan: untuk mengetahui perbedaan pengaruh pemberian ultrasound dan infrared terhadap penurunan nyeri pada kasus NPB miogenik. Metode: Penelitian eksperimental dengan rancangan pre and post test control group design. Subjek penelitian merupakan pasien poliklinik rawat jalan fisioterapi RS Balimed, berjumlah 24 pasien dibagi menjadi 2 kelompok. Kelompok 1 mendapatkan terapi Infrared dan kelompok 2 mendapatkan terapi Ultrasound. Nyeri diukur sebelum perlakuan dan setelah 8 kali perlakuan dengan menggunakan Visual Analog Scale (VAS). Hasil: Berdasarkan hasil uji Independent sample t-test menunjukkan adanya perbedaan yang bermakna rerata nyeri setelah perlakuan antar kelompok dengan nilai p<0,05. Simpulan: Disimpulkan bahwa pemberian ultrasound lebih baik daripada infrared terhadap penurunan nyeri pada kasus NPB miogenik.

References

1. Susanto H. 2015. Penatalaksanaan Fisioterapi Pada Low Back Pain Miogenik Di Rst Dr. Soedjono Magelang. Karya Tulis Ilmiah. Universitas Muhammadiyah Surakarta.

2. Hoy D, Woolf A, March L, Buchbinder R. 2012. A systematic review of the global prevalence of low back pain. Arthritis & Rheumatism, Vol. 64 No. 6:2028-2037.

3. Kep.Menkes RI. 2008. Pedoman Pelayanan Fisioterapi di Sarana Kesehatan. Depkes RI, Jakarta. Hal. 2.

4. Porter, Stuart B. 2013. Tidy’s Physiotherapy (15thed.). USA: Elsevier

5. Pradipta PA. 2016. Penatalaksanaan modalitas terapi ultrasound untuk mengurangi spasme otot pada nyeri punggung bawah miogenik. Jurnal Universitas Airlangga. Hal. 33-36.

6. Wahyu PY. 2013. Efektifitas Jarak Infra Merah Terhadap Ambang Nyeri. Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Surakarta

7. Fiore P, Panza F, Cassatella G, Russo A, Frisardi V, Solfrizzi V, et al. 2011. Short-term effects of high-intensity laser therapy versus ultrasound therapy in the treatment of low back pain: a randomized controlled trial. European Journal of Physical and Rehabilitation Medecine, Vol. 47.

8. Ebadi S, Ansari NN, Naghdi S, Jalaei S, Sadat M, Bagheri H. et al. 2012. The effect of continuous ultrasound on chronic non-specific low back pain: a single blind placebo-controlled randomized trial. BMC Musculoskeletal Disorders. 13:192..

9. Kisner C., Colby LA. 2012. Therapeutic Exercise Foundation and Techniques. F.A. Davis: Philadelphia, PA.

10. Grubisić F, Grazio S, Jajić Z, Nemcić T. 2006. Therapeutic ultrasound in chronic low back pain treatment. US National Library of Medicine National Institutes of Health. 53(1):18-21
Published
2019-12-31
How to Cite
SULISTYAWATI K., Devi; PRADNYA WIGUNA, I Nyoman Agus; ARITAMA, I Putu Kharismawan. Pemberian Ultrasound Lebih Baik Daripada Infrared Terhadap Penurunan Nyeri Pada Kasus Nyeri Punggung Bawah Miogenik. Bali Health Journal, [S.l.], v. 3, n. 2-1, p. S30-S35, dec. 2019. ISSN 2599-1280. Available at: <http://ejournal.unbi.ac.id/index.php/BHJ/article/view/109>. Date accessed: 12 july 2020.