Perbedaan Efektivitas Latihan Balance Strategy dan Latihan Jalan Tandem Dalam Meningkatkan Keseimbangan Dinamis Lansia

  • Ida Ayu Astiti Suadnyana Program Studi Fisioterapi, Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan, Universitas Bali Internasional
  • I.A Pascha Paramurthi Program Studi Fisioterapi, Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan, Universitas Bali Internasional
  • I Made Dhita Prianthara Program Studi Fisioterapi, Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan, Universitas Bali Internasional

Abstract

Latar belakang: Keseimbangan adalah kemampuan mempertahankan tubuh dalam posisi statis atau dinamis dengan menggunakan aktivitas otot minimal. Gangguan keseimbangan merupakan masalah umum pada lansia. Tujuan: Untuk mengetahui perbedaan efektifitas latihan balance strategy dan latihan jalan tandem dalam meningkatkan keseimbangan dinamis lansia. Metode: Eksperimental dengan rancangan penelitian pre and post test two group design. Teknik pengambilan dengan simple random sampling. Sampel penelitian berjumlah 12 orang pada kelompok 1 dan 2. Pada kelompok 1 diberikan latihan balance strategy dan kelompok 2 diberikan latihan jalan tandem. Keseimbangan lansia diukur menggunakan times up and go test. Hasil: Pada kelompok 1 diperoleh nilai rerata peningkatan keseimbangan sebelum latihan 16,94±2,08 dan setelah latihan 15,50±1,62. Kelompok 2 diperoleh nilai rerata peningkatan keseimbangan sebelum latihan 15,45±2,30 dan setelah latihan 12,27±1,96. Uji beda nilai rerata setelah latihan ditemukan bahwa peningkatan keseimbangan pada kelompok 2 lebih baik daripada kelompok 1 dengan dengan persentase sebesar 20,5% pada kelompok 2 dan 8,5%pada kelompok 1. Simpulan: Latihan jalan tandem lebih efektif dalam meningkatkan keseimbangan dinamis lansia dibandingkan latihan balance strategy.

References

1. BPS, 2013. Statistik Penduduk Lanjut Usia. Jakarta : Badan Pusat Statistik.

2. Achmanagara, A.A., 2012. Hubungan Faktor Internal dan Eksternal dengan Keseimbangan Lansia di Desa Pamijen Sokaraja Banyumas. Thesis. Jakarta: Universitas Indonesia Library The Crystal of Knowledge Universitas Indonesia.

3. Nugraha, M.H.S., Wahyuni, N., Muliarta, I.M., 2016. Pelatihan 12 Balance Exercise Lebih Meningkatkan Keseimbangan Dinamis Daripada Balance Strategy Pada Lansia Di Banjar Bumi Santi, Desa Dauh Puri Kelod, Kecamatan Denpasar Barat. Majalah Ilmiah Fisioterapi Indonesia, 1(1).

4. Awalin, P., 2013. Kombinasi Latihan Isometrik Otot Intrinsik Telapak Kaki Dan Jalan Tandem Lebih Baik Daripada Hanya Latihan Jalan Tandem Dalam Meningkatkan Keseimbangan Berdiri Satu Kaki Pada Siswa Pgri 56 Ciputat. Skripsi. Jakarta: Repository Universitas Esa Unggul Universitas Esa Unggul.

5. Nugrahani, P.N., 2014. Latihan Jalan Tandem Lebih Baik Daripada Latihan Dengan Menggunakan Swiss Terhadap Peningkatan Keseimbangan Untuk mengurangi Resiko Jatuh Pada Lanjut Usia (Lansia). Jurnal Fisioterapi, 14(2).

6. Yuliana, S., 2014. Pelatihan Kombinasi Core Stability Exercise dan Ankle Strategy Exercise Tidak Lebih Meningkatkan Dari Core Stability Exercise Untuk Keseimbangan Statis pada Mahasiswa S1 Fisioterapi Stikes Aisyiyah Yogyakarta. Thesis. Denpasar: Universitas Udayana.

7. Apriani, N.P.R., 2015. Pemberian Pelatihan Balance Strategy Exercise Lebih Baik daripada Pelatihan Core Stability Exercise dalam Meningkatkan Keseimbangan Dinamis pada Lansia di Banjar Bumi Shanti, Desa Dauh Puri Kelod, Kecamatan Denpasar Barat. Bachelor Thesis. Denpasar: Repository Universitas Udayana Universitas Udayana.

8. Hyun, C.J. & Jun, N., 2015. The Effects of Balance Training and Ankle Training on The Gait of Elderly People Who Have Fallen. The Society of Physical Therapy Science, 27(1), pp.139-42.

9. Squire, L., Berg, D., Bloom, F., Lac, S., Ghosh, A., & Spitzer, N. 2008. Fundamental Neuroscience. Elsevier: USA.

10. Sibley, K.M., Beauchamp, M.K., Ooteghem, V.K,, Straus, S.E., & Jaglal, S.B., 2015. Using the System Framework for Postural Control to Analyze the Components of Balance Evaluated in Standardized Balance Measures: A Scoping Review. American Congress of Rehabilitation Medicine, 96, pp.122-32.

11. Park, K.H., Lim, J.Y., & Kim, T.H., 2016. The Effects Of Ankle Strategy Exercises On Unstable Surfaces On Dynamic Balance. Journal of Physical Therapy Science, 28(2), pp.456-459.

12. Kisner, C. & Colby, A.L., 2013. Therapeutic Exercise. 5th ed. Philadelphia: F.A Davis Company.

13. Anuradha, M.M.N. & Walia, , 2012. A Comparison Between the Effects of Specific Balance Exercise and General Balance Exercise on Balance Performance in Institutionalized Frail Elderly. Indian Journal of Gerontology, 26(3), pp.297-305.

14. Batson, G., 2009. Update on Proprioception Considerations for Dance Education. Journal of Dance Medicine and Science, 13(2).

15. Wulandari, N., 2013. Penambahan Latihan Jalan Tandem Lebih Meningkatkan Stabilisasi Dinamis Daripada Latihan Trampoline. Skripsi. Jakarta: Universitas Esa Unggul.

16. Gaur, V. Gupta, Sukriti, 2012. Study to Compare the Effects of Balance Exercises on Swiss ball and Standing, on Lumbar Reposition Sense, in Asymptomatic Individuals. Physiotherapy and Occupational Therapy Journal 5(1).

17. Syah, I., 2016. Efek Pelatihan Senam Lansia Dan Latihan Jalan Tandem Dalam Meningkatkan Keseimbangan Tubuh Lansia Di Panti Sosial Tresna Kasih Sayang Ibu Batusangkar Sumatra Barat. Sport and Fitness Journal, 5(1), pp.8-16.
Published
2019-12-31
How to Cite
ASTITI SUADNYANA, Ida Ayu; PARAMURTHI, I.A Pascha; PRIANTHARA, I Made Dhita. Perbedaan Efektivitas Latihan Balance Strategy dan Latihan Jalan Tandem Dalam Meningkatkan Keseimbangan Dinamis Lansia. Bali Health Journal, [S.l.], v. 3, n. 2-1, p. S36-S43, dec. 2019. ISSN 2599-1280. Available at: <http://ejournal.unbi.ac.id/index.php/BHJ/article/view/110>. Date accessed: 08 apr. 2020.