SOSIALISASI APOTEKER CILIK DEMI MENINGKATKAN EKSISTENSI PROFESI APOTEKER DI KOTA DENPASAR

Authors

  • Dewi Puspita Apsari Program Studi Farmasi Klinis, Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan, Universitas Bali Internasional
  • Ni Putu Wintariani Program Studi Farmasi Klinis, Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan, Universitas Bali Internasional

Keywords:

Apoteker Cilik, Eksistensi, Sekolah Dasar, Pengabdian kepada Masyarakat

Abstract

Tugas dan tanggung jawab apoteker dimulai dari proses produksi hingga obat dikonsumsi. Mengingat pentingnya hal tersebut maka perlu menumbuhkan eksistensi apoteker.      Sayangnya eksistensi profesi ini kurang diakui di Indonesia. Tujuan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini adalah memberikan edukasi serta pengetahun tentang kegiatan kefarmasian kepada anak-anak usia sekolah dasar. Sehingga profesi apoteker lebih dikenal.Sosialisasi dilakukan pada siswa SD kelas 5 di wilayah Denpasar meliputi SD N 2 Tonja dan SD N 10 Peguyangan. Kegiatan pengabdian ini berisikan materi mengenai “Who Is Pharmacist”, penggunaan obat yang aman dan benar, penggolongan obat serta praktik meracik sediaan puyer. Metode quasi-experimental digunakan untuk mengetahui tingkat pemahaman siswa. Nilai rata-rata pre-test untuk SDN 2 Tonja dan SDN 10 Peguyangan berturut-turut adalah 63 dan 59. Setelah dilakukan post-test nilai kedua sekolah tersebut adalah 75 dan 74. Hal tersebut menunjukkan bahwa kegiatan apoteker cilik yang dipaparkan mampu meningkatkan pengetahuan siswa terkait kegiatan kefarmasian. Apoteker Cilik (Apocil) merupakan salah satu program pendidikan kesehatan yang layak dilakukan di tingkat sekolah dasar. Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan eksistensi apoteker dapat dikenal seperti profesi dokter

Downloads

Published

2020-07-27