Kajian Kesiapsiagaan Keluarga Dalam Mengantisipasi Bencana Kebakaran Di Banjar Maniksaga Denpasar

  • Agnes Ayu Biomi Program Studi Kesehatan dan Keselamatan Kerja, Institut Ilmu Kesehatan Medika Persada Bali
  • I Gusti Agung Haryawan Program Studi Kesehatan dan Keselamatan Kerja, Institut Ilmu Kesehatan Medika Persada Bali
  • Ni Made Norma Ningrat Program Studi Kesehatan dan Keselamatan Kerja, Institut Ilmu Kesehatan Medika Persada Bali

Abstract

Pendidikan mitigasi bencana atau disaster education yang penting dilakukan di keluarga ialah pra bencana, saat terjadi bencana dan pasca bencana. Namun, pendidikan ini belum menjadi budaya di Indonesia karena kurangnya kesadaran dan pemahaman masyarakat mengenai bahaya bencana dan risikonya, kurangnya kewaspadaan masyarakat dalam menghadapi ancaman di sekitarnya, dan belum ada pelatihan yang dilakukan secara kontinu. Peristiwa kebakaran menyebabkan kerugian harta benda dan menimbulkan korban jiwa. Banyak kerugian akibat kebakaran adalah karena kurangnya pengetahuan dan kesadaran akan bahaya kebakaran serta dampaknya. Maka dalam penelitian pendahuluan ini, diperoleh data bagaimana kesiapsiagaan keluarga dalam menghadapi kebakaran di Banjar Maniksaga Denpasar yang bervariasi. Perolehan data menggunakan kuisioner dan wawancara. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini dilakukan secara cluster random sampling berjumlah 98 responden. Data yang diperoleh akan dianalisa secara deskriptif dan disajikan dalam data naratif tabel. Perlu adanya upaya-upaya peningkatan pengetahuan tentang kesiapsiagaan bencana kebakaran pada keluarga secara berkelanjutan melalui penyuluhan maupun pelatihan oleh pemerintah dan dinas-dinas terkait sehingga meminimalisir kerugian yang disebabkan oleh kebakaran.

References

Bambang, H. (2011). Promosi kesehatan sejarah dan perkembangannya di Indonesia. Jakarta : Rineka Cipta.Bappenas. (2008). Brosur : Budayakan siaga, kurangi resiko bencana. Jakarta : Bappenas.

BPBD. (2013). Data kejadian bencana di kota Denpasar tahun 2012 S/D 2013. Denpasar BPBD.

Clements, B.W. (2009). Disasters and public health : Planning and response.
Amsterdam : Elsevier.

Dodon. (2013). Indikator dan perilaku kesiapsiagaan masyarakat di pemukiman padat penduduk dalam antisipasi berbagai fase bencana banjir. Tersedia dalam: http://www.sappk.itb.ac.id/jpwk/wp-content/uploads/2014/Jurnal-9- Dodon.pdf [Diakses 20 Mei 2018].

Hidayati, D. (2005). Panduan merintis siaga bencana berbasis masyarakat. Jakarta : LIPI – Bidang Pendidikan Kelautan, COREMAP.

Mulyadi, A. (2006). Ayo siaga bencana Palang Merah Remaja. Jakarta : PMI Pusat.

Nurrahmah, W. (2015). Studi fenomenologi pengalaman kesiapsiagaan masyarakat menghadapi bencana banjir di RT 001 RW 012 Kelurahan Bintaro Kecamatan Pesanggrahan Jakarta Selatan tahun 2015. Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta. Hal. 2, tersedia dalam: http://Repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/1/widiany%20nurra hmah% 20-%20fkik.pdf [Diakses 23 April 2018].

Peraturan Presiden Republik Indonesia No.8 Tahun 2008 Tentang Badan Nasional Penanggulangan Bencana, 26 Januari 2008. Jakarta.

Ramli, S. (2010). Manajemen bencana. Jakarta : Dian Rakyat.

Syafiq, A. dkk. (2012). Bunga rampai mitigasi dan kesiapsiagaan bencana banjir dan kebakaran kompilasi studi tema C2.2. Program Hibah Kompetisi Institusi Universitas Indonesia 2009-2010. Jakarta : Penerbit Universitas Indonesia (UI-Press).
Published
2018-08-09
How to Cite
BIOMI, Agnes Ayu; HARYAWAN, I Gusti Agung; NINGRAT, Ni Made Norma. Kajian Kesiapsiagaan Keluarga Dalam Mengantisipasi Bencana Kebakaran Di Banjar Maniksaga Denpasar. Prosiding Seminar Nasional dan Call For Paper Peranan Psikologi Bencana Dalam Mengurangi Risiko Bencana, [S.l.], p. 91-98, aug. 2018. Available at: <http://ejournal.unbi.ac.id/index.php/semnaspsikologibencana/article/view/62>. Date accessed: 08 apr. 2020.