Hubungan Rasa Syukur Dengan Resiliensi Pengungsi Gunung Agung Di Kabupaten Karangasem, Bali

  • Ni Made Sintya Noviana Utami Program Studi Psikologi Institut Ilmu Kesehatan Medika Persada Bali
  • Sindy Sanjiwani Program Studi Psikologi Institut Ilmu Kesehatan Medika Persada Bali
  • Ari Widiastuti Program Studi Psikologi Institut Ilmu Kesehatan Medika Persada Bali
  • Ratih Pradnyadani Program Studi Psikologi Institut Ilmu Kesehatan Medika Persada Bali
  • Rikha Pradnya Paramitha Program Studi Psikologi Institut Ilmu Kesehatan Medika Persada Bali

Abstract

Meletusnya Gunung Agung merupakan suatu bencana yang memberikan dampak signifikan bagi masyarakat Bali khususnya penduduk yang tinggal di daerah rawan bencana. Meninggalkan kampung halaman, harta benda dan tinggal di tempat pengungsian memberikan tekanan psikologis tersendiri bagi para pengungsi. Berbagai pandangan muncul di masyarakat terkait meletusnya Gunung Agung, namun tidak sedikit juga yang berpandangan bahwa letusan gunung sebagai suatu anugrah. Pandangan tersebut berpengaruh terhadap perilaku dan cara masyarakat dalam menyikapi bencana. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk melihat gambaran tingkat rasa syukur dan resiliensi para pengusi, serta melihat hubungan antara rasa syukur dengan resiliensi pengungsi Gunung Agung Karangasem Bali dalam menghadapi bencana. Metode penelitian yang digunakan yaitu dengan menggunakan pendekatan kuantitatif. Partisipan pada penelitian ini adalah pengungsi Gunung Agung yang berada di Kabupaten Karangasem yang berjumlah 63 orang. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan angket bersyukur menurut Fitzgerald (1998) dan Peterson dan Seligman (2004), dan angket resiliensi (Mar’ati, 2016). Teknik analisis data dilakukan dengan uji regresi linier sederhana. Berdasarkan data yang terkumpul diperoleh hasil bahwa sebagian besar pengungsi Gunung Agung memiliki rasa syukur yang tergolong sedang yaitu sebesar 80,9%. Begitu juga tingkat resiliensi pengungsi sebagian besar tergolong dalam tingkat sedang yaitu sebesar 68,2%. Analisis data menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,014 dan nilai korelasi sebesar 0,310. Hal ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara rasa syukur dengan resiliensi pengungsi Gunung Agung di Kabupaten Karangasem Bali.

References

Amawidyati,S.A.G., & Utami, M.S. (2007). Religiusitas dan psychological well‐being pada korban gempa. Jurnal Psikologi. 34(2), 164-176.

Desmita. (2010). Psikologi perkembangan peserta didik. Bandung: Remaja Rosdakarya. Fitzgerald, P (1998). Gratitude and justice. Ethics, 109, 119-153.

Ghafur, W. A., Noorkamilah, G, H. (2012). Resilience perempuan dalam bencana alam Merapi: Studi di Kinahrejo Umbulharjo Cangkringan Sleman Yogyakarta. Jurnal Ilmu Kesejahteraan Sosial. 1( 1), 43-68.

Halimah, S. N., & Widuri, E. L. (2012). Vicarious trauma pada relawan bencana alam.
Humanitas. 9 (1), 43-61.

Krause, N. (2003). Religious meaning and subjuctive well‐being in late life. The Journals of Gerontology. 58, 160‐170.

Mar’ati, Q. (2014). Hubungan antara dukungan sosial dan konsep diri dengan resiliensi pada siswa di panti asuhan se-kecamatan Gombong, kabupaten Kebumen. Skripsi. Universitas Negeri Yogyakarta.

McCullough, M. E., Kilpatrick, S. D., Emmons, R. A & Larson, D. B. (2001). Is gratitude amoral effect. Journal Psychological Bulletin, 127(2), 249 - 266.

McCullough, M.E., Tsang, J. & Emmons, R.A. (2004). Gratitude in intermediate affective terrain: Links of grateful moods to individual difference and daily emotional experience. Journal of Personality and Social Psychology, 86, 295- 309.

Peterson, C., & Seligman, M.E.P. (2004). Character strength and virtues: A handbook & classification. New York: Oxford University Press.

Polak., E.L. & McCullough, M.E. (2006) Is gratitude an alternative to materialism.
Journal of Happiness Studies, 7, 343–360.

Purborini, N., Wicaksana, M. F., Ma’arif, S., Julfiyanti, D., Ardyana , I., & Eko, N. (2016). Gambaran kondisi psikososial masyarakat lereng Merapi pasca 6 tahun erupsi gunung Merapi. Jurnal Keperawatan Muhammadiyah, 1(1), 46-49

Reivich, K & Shatte, A. (2002). The resilience factor: 7 essential skills for overcoming life’s inevitable obstacles. New York: Broadway Books.

Snyder, C.R., & Lopez, S.J. (2005). Handbook of positive psychology. New York: Oxford University Press.
Published
2018-08-09
How to Cite
UTAMI, Ni Made Sintya Noviana et al. Hubungan Rasa Syukur Dengan Resiliensi Pengungsi Gunung Agung Di Kabupaten Karangasem, Bali. Prosiding Seminar Nasional dan Call For Paper Peranan Psikologi Bencana Dalam Mengurangi Risiko Bencana, [S.l.], p. 106-111, aug. 2018. Available at: <http://ejournal.unbi.ac.id/index.php/semnaspsikologibencana/article/view/68>. Date accessed: 08 apr. 2020.