Archives

  • Bali Health Journal
    Vol. 5 No. 2 (2021)

  • Bali Health Journal
    Vol. 5 No. 1 (2021)

  • Bali Health Journal Volume 4 Issue 1 Supplement 1 2020
    Vol. 4 No. 1-1 (2020)

    Pengantar Editor
    Editor's Note

     

    Ragam Kajian Kesehatan dan Keselamatan Kerja Pada Pekerja di Bali

    Kesehatan dan Keselamatan Kerja atau disingkat K3 adalah instrumen yang melindungi pekerja, perusahaan, masyarakat dan lingkungan dari hal-hal merugikan yang dapat ditimbulkan oleh aktivitas pekerjaan. Bagi pekerja, K3 melindungi mereka dari bahaya yang terjadi selama proses bekerja dan juga efek kesehatan jangka panjang. Bagi perusahaan K3 bertujuan untuk mencegah kerugian yang ditimbulkan oleh kecelakaan kerja yang dapat menghambat produksi & produktivitas kerja. Sedangkan bagi lingkungan dan masyarakat, K3 bertujuan untuk mencegah timbulnya dampak negatif dari alat atau sumber-sumber produksi.

    K3 adalah upaya untuk meningkatkan dan mempertahankan kesehatan fisik, mental, dan sosial pada tingkat tertinggi untuk semua jenis pekerjaan, mencegah masalah kesehatan akibat pekerjaan, dan melindungi pekerja dari risiko kerja. K3 berperan untuk menjamin setiap tenaga kerja mendapat perlindungan kesehatan dan keselamatan selama bekerja, menjamin setiap sumber produksi layak dan aman digunakan sehingga mengurangi resiko kerugian yang diakibatkan oleh kecelakaan kerja. Dengan begitu pentingnya peranan K3 dalam dunia kerja, kami menerbitkan edisi Bali Health Journal Volume 4 Issue 1 Supplement 1, dimana terdiri dari 6 artikel mengenai peran K3 dalam masyarakat dan dunia kerja.

    ...

     

    Selengkapnya

     

     

  • Bali Health Journal
    Vol. 4 No. 2 (2020)

  • Bali Health Journal
    Vol. 4 No. 1 (2020)

  • Bali Health Journal Volume 3 No. 2 Supplement 2
    Vol. 3 No. 2-2 (2020)

    PENGANTAR EDITOR
    Editor’s Note

    Meninjau Peran Ahli K3 Dalam Kasus-Kasus Kesehatan dan Keselamatan Dunia Kerja

    Keselamatan dan kesehatan kerja (K3) merupakan salah satu faktor penting yang dapat mempengaruhi produktivitas karyawan. Resiko kecelakaan serta penyakit akibat kerja sering terjadi karena program K3 tidak berjalan dengan baik. Hal ini dapat berdampak pada tingkat produktivitas karyawan. Pada umumnya kecelakaan kerja disebabkan oleh dua faktor yaitu manusia dan lingkungan. Faktor manusia yaitu tindakan tidak aman dari manusia seperti sengaja melanggar peraturan keselamatan kerja yang diwajibkan atau kurang terampilnya pekerja itu sendiri. Sedangkan faktor lingkungan yaitu keadaan tidak aman dari lingkungan kerja yang menyangkut antara lain peralatan atau mesin­-mesin. Perlindungan tenaga kerja dari bahaya dan penyakit akibat kerja atau akibat dari lingkungan kerja sangat dibutuhkan oleh karyawan agar karyawan merasa aman dan nyaman dalam menyelesaikan pekerjaannya. Tenaga kerja yang sehat akan bekerja produktif, sehingga diharapkan produktivitas kerja karyawan meningkat.

    Dengan begitu pentingnya peranan K3 dalam dunia kerja, kami menerbitkan edisi Bali Health Journal Volume 3 Issue 2 Supplement 2, dimana terdiri dari 6 artikel mengenai peran K3 dalam dunia kerja. Edisi ini semula direncanakan untuk terbit pada tahun 2019. Namun, dikarenakan adanya jumlah naskah dalam antrian yang masuk sejak kami berstatus SINTA 4 dan terjadinya permasalahan di server, maka kami memutuskan untuk mengundur edisi ini ke bulan Januari 2020.

    Artikel pertama memiliki judul Gambaran Risiko Bahaya Kerja Pada Pabrik Tahu Di Kelurahan Tonja. Identifikasi bahaya kerja dilakukan untuk mengetahui risiko Bahaya yang mungkin muncul di pabrik tahu sehingga bisa dilakukan manajement risiko yang tepat agar tidak terjadi kecelakaan kerja ataupun penyakit akibat kerja

    ...

    Selengkapnya...

  • Bali Health Journal Volume 3 Issue 2 Supplement 1

    Bali Health Journal Volume 3 No. 2 Supplement 1
    Vol. 3 No. 2-1 (2019)

    PENGANTAR EDITOR
    Editor's Note

    Meninjau Peran Fisioterapi Dalam Kasus-Kasus Musculoskeletal

    Upaya kesehatan yang semula hanya berupa usaha penyembuhan penderita, berkembang ke arah kesatuan menyeluruh upaya kesehatan bagi masyarakat yang mencakup upaya peningkatan (promotif), pencegahan (preventif), penyembuhan (kuratif), dan pemulihan (rehabilitatif) yang bersifat menyeluruh, terpadu dan berkesinambungan. Untuk melaksanakan pembangunan serta mencapai derajat kesehatan yang optimal tersebut, maka diperlukan suatu pelayanan kesehatan yang bermutu. Pelaksanaan kesehatan yang bermutu yang dimaksudkan disini adalah pelayanan kesehatan yang memuaskan pemakai jasa pelayanan serta diselenggarakan sesuai standar dan etika pelayanan profesi.

    Fisioterapi merupakan suatu bentuk pelayanan kesehatan yang ditujukan kepada individu dan atau kelompok untuk mengembangkan, memelihara dan memulihkan gerak dan fungsi selama daur kehidupan dengan menggunakan penanganan secara manual, peningkatan gerak, peralatan (fisik, elektroterapeutis dan mekanis), pelatihan fungsi, dan komunikasi. Fisioterapi berperan dalam menangani kasus salah satunya kasus  gangguan musculoskeletal. Gangguan musculoskeletal adalah suatu kondisi yang mengganggu fungsi sendi, ligamen, otot, saraf dan tendon, serta tulang belakang dimana sistem musculoskeletal melibatkan struktur yang mendukung anggota badan, leher dan punggung. Gangguan musculoskeletal seringnya merupakan penyakit degeneratif, penyakit yang menyebabkan jaringan tubuh rusak secara lambat laun. Hal ini dapat mengakibatkan rasa sakit dan mengurangi kemampuan untuk bergerak, yang dapat menghambat kita dalam melakukan kegiatan sehari-hari. Dengan begitu pentingnya peranan fisioterapi  dalam menangani kasus gangguan musculoskeletal, kami menerbitkan edisi Bali Health Journal Volume 3 Issue 2 Supplement 1, dimana terdiri dari 6 artikel mengenai peran fisioterapi dalam kasus-kasus atau gangguan musculoskeletal.

    ...

     

    Selengkapnya...

  • Bali Health Journal Volume 3 Issue 2

    Bali Health Journal
    Vol. 3 No. 2 (2019)

  • Bali Health Journal
    Vol. 3 No. 1 (2019)

  • Bali Health Journal
    Vol. 2 No. 2 (2018)

  • Bali Health Journal
    Vol. 2 No. 1 (2018)

  • Bali Health Journal
    Vol. 1 No. 1 (2017)